wajah tanah
senyum rembulan
cahaya, mengisi penuh pundi-pundi
berbincang hangat dengan sejati
wajah tanah
tersiram berkah
dibelai manja harum tak terkira
menanti hari ditampakkan rahasia
saat ruh itu kembali pada tubuh
sungguh aku cemburu
Sebuah pendopo puisi untuk melepas penat, berbagi pikiran, berbagi perasaan atau hanya tempat untuk merenung.
wajah tanah
senyum rembulan
cahaya, mengisi penuh pundi-pundi
berbincang hangat dengan sejati
wajah tanah
tersiram berkah
dibelai manja harum tak terkira
menanti hari ditampakkan rahasia
saat ruh itu kembali pada tubuh
sungguh aku cemburu
kepada yang menghembus larik cemburu
di setiap guratan waktu
maaf jika yang bersisian denganku bukan dirimu
ketika cinta adalah gelitik yang menyemut di dalam hatiku
harum bunga yang menenangkan jiwa bukan kau ternyata
Tak ingin ada lagi hidangan resah
maka tinggalkan aku dalam genangan rindu
karena denganmu waktu telah menjadi sembilu
Bosankah kau melihat aku dalam perang?
Perang melawan seseorang di dalam diri
yang senantiasa mengancam
Seseorang yang dengan terang selalu menenggelamkan
Agar aku semakin tertutup dalam dimensi yang mencekam.
Bosankah kau mendengar aku teriak kesakitan?
Karena terus menerus tertusuk oleh ketidakberdayaan
Semua kekuatan di belahan dunia menyerah kehabisan nafas
Bila ingin menyelamatkanku yang semakin tenggelam menghitam
Lalu apakah kau akan membiarkanku kawan?
Atau kau membantuku melepaskan karat yang semakin mengikat
Lalu apakah kau akan membantuku kawan?
Dan membiarkanku bersembunyi dalam terang.
Karena hanya dibalik terang, aku merasakan kemenangan
waktu mencetak biru namaku
kemudian Tuhan memilihkan tubuh
lalu menunjuk ibu melahirkan diriku
waktu mencetak namaku sebiru rindu
kemudian Tuhan mengangkat derajatku
lalu menunjuk mata ayah menangis bangga
waktu mencetak haru rinduku pada nama-nama
kemudian benak kelu memikirkan warna mereka
lalu menuntunku mendoakan jasad-jasad biru
mungkinkah senja memerah mengembalikan
rasa rindu untuk menjadi satu?
atau selaksa makna menjadi sekedar asa terpendar
yang kian lama kian pudar.
mengharapmu seperti menatap mentari
padahal yg kupunya hanya sekuntum rindu
yang hanya untukmu
My Japanese name is Bunrakuken Matsushita.
Take The Original Japanese Name Generator by Shu today!
Created with Rum and Monkey's Name Generator Generator.